Sudah berpuluh-puluh tahun saya menempati kota yang dijuluki sebagai Kota Baja ini sempat berprasangka bahwasannya tidak ada tempat yang menarik di sini. Melalui sosial media, instagram membuat saya tergugah dan tertarik dengan foto-foto yang di upload oleh segelintir orang. “Berlatar alam nan sejuk, adakah tempat demikian di kota ini, sahutku”. Semakin hari, semakin menarik foto yang di upload dan membuat saya bertekad untuk mengunjunginya suatu hari.

Tibalah pada saatnya, Minggu 28 Juni 2015 hari dimana saya memiliki waktu luang. Pada hari tersebut saya ditemani oleh sepupu berangkat menuju dua tempat yakni Bukit Gambir dan Batu Lawang untuk membuktikan bahwasannya tempat tersebut sesuai dengan apa yang saya lihat di sosial media.

Pukul 14.30 WIB saya dan sepupu angkat kaki dari rumah menuju Merak dengan mengenakan sepeda motor. Lagi puasa, panas-panasan demi menghilangkan rasa penasaran saya jabani (ikuti). Perjalanan memakan waktu cukup lama, 50 menit untuk sampai ke destinasi pertama Bukit Gambir. Jalan yang rusak menanjak membuat bokong dan badan saya pegal-pegal, ampun deh ! Tapi tak apa, untuk dapat melihat dan menikmati alam yang indah memang butuh perjuangan, “gas poll Dan, sahutku pada sepupu”.

Dani, sepupuku yang baru saja lulus dari SMA dan akan memasuki dunia perkuliahan ini menjadi petunjuk arah karena ia telah dahulu berkunjung ke Bukit Gambir yang berlokasi di Merak. Ia dan saya mempunyai hobi yang sama yaitu suka traveling. Sesampainya, turun dari motor saya pun melakukan relaksasi badan. “Ya ampun jauh juga ya Dan, tanyaku “.

Terlihat ada dua sepeda motor terparkir di Bukit Gambir. Saya kira hanya saya dan sepupu saja yang berkunjung. “Hemm ternyata begini yang namanya Bukit Gambir, gak terlalu buruk, pikirku”. Tanpa pikir panjang, saya bergegas mengabadikan momen sambil menikmati pemandangan alam di sekitarnya. Sayang alam yang hijau seperti ini dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab. Terlihat ada beberapa bagian yang botak atau rusak. Sebenarnya, tempat ini kalaupun pemerintah daerah melek mata bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Saya sebagai warganya berharap sekali pemerintah bergerak untuk mengurusinya sehingga Pariwisata Banten semakin bertambah.

Bukit Gambir

Ini dia penampakan Bukit Gambir

Bukit Gambir

Pemandangan Sekeliling Bukit (Sisi Kiri)

Bukit Gambir

Pemandangan Sekeliling Bukit (Sisi Kanan)

Bukit Gambir

Katanya Sih Ini Iconnya (Behind The Girl)

Agar tidak kesorean, kita pun bergegas ke desitinasi selanjutnya yaitu Bukit Batu Lawang. Kurang lebih 20 menit dari Bukit Gambir menuju Bukit Batu Lawang. Jalanan yang sama seperti ke Bukit Gambir, rusak dan berkelok. Butuh perjuangan lebih untuk destinasi terakhir ini sebab kendaraan tidak bisa mencapai atas puncak dan harus diparkirkan di bawah, dilanjutkan dengan berjalan kaki layaknya mendaki gunung. Habis sudah tenaga saya disini, 15 menit mendaki dikala puasa. Awalnya saya hanya ingin melihat saja tanpa mendaki. Tapi pemandangan alamnya tidak bisa terlihat jikalau tidak mendaki. Dibilang tidak kuat memang tidak kuat tapi nanggung udah mendaki, pengen pingsan rasanya. Napas sudah tersenggal-senggal tidak kuat menahan dahaga dan lapar. Rasanya ingin batalkan saja puasa ini. Tapi saya urungkan, karena sayang beberapa jam lagi bedug adzan maghrib.

Track yang Harus dilewati

Track yang Harus dilewati

Bukit Batu Lawang

Informasi Wisata

Saya dan sepupu pun terus mendaki hingga puncaknya. Saya acungkan jempol pada sepupu yang satu ini. Ia tidak merasa capek banget seperti halnya saya yang ingin pingsan di jalan. Setibanya, huft terbayar sudah dengan pemandangan yang indah. Bentang alam yang terhampar bebas memanjakan organ visual saya. Dari atas bukit ini, saya bisa melihat seisi Merak dan lautnya pun nampak terlihat. Saya tidak bergegas mengabadikan momen ini, sebab yang saya lakukan pertama setibanya di puncak bukit adalah duduk, melonjorkan kaki dan mengatur napas selama beberapa menit. “Capeknya ih, sahutku”. Duduk sambil menikmati pemandangan dan belaian lembut manja angin khas Bukit Batu Lawang.

Bukit Batu Lawang

Welcome to Batu Lawang Hills

Bukit Batu Lawang

Bukit Lawang

Landscape Bukit Batu Lawang

Napas telah teratur, saya pun berdiri dan mengeksplorasi tempat ini dengan berjalan kesana kemari mengabadikan pemandangan indah Bukit Batu Lawang. Memasuki kedua tempat tersebut Bukit Gambir dan Batu Lawang tidak dipungut bayaran. Hanya sekedar membayar parkir sebesar Rp5.000/motor di Bukit Batu Lawang. Jarum jam menunjukkan pukul 16.50 WIB. Saya dan sepupu pun tidak berlama-lama disini dan bergegas pulang sebelum bedug Maghrib menyeruak.