WhatsApp Image 2017-10-29 at 3.35.47 PM

Dua tahun dua puluh dua hari, perjalanan singkat ‘tuk saling mengenal. Aku dan kamu menjadi satu dalam sebuah ikatan janji suci. Dengan niat karena Allah, kau meminangku di hadapan kedua orangtua, saksi penghulu dan keluarga melafalkan ijab dan qabul. Dua karakter menjadi satu, dua keluarga menjadi satu. Melawati hari bersamamu, berjalan dalam terik dan hujan. Mencintaimu adalah pilihanku. Menggenapkan hati yang ganjil, ‘tuk menyatukan satu tujuan. Tertanggal 29 Oktober 2017, aku telah resmi menjadi istrimu.

Setiap pasangan yang baru menikah, pasti sudah merencanakan jauh-jauh hari mau pergi honeymoon ke mana nanti. Termasuk aku dan suami. Ada dua opsi pilihan yang sudah di rencanakan kami yakni Balikpapan dan Makassar. Kenapa kami memilih opsi tersebut? Karena tempat tersebut adalah tempat kelahiran (Makassar) dan tempat tinggal (Balikpapan) suamiku. Dan kami memutuskan untuk ke Kota Makassar.

Sebelumnya aku belum pernah ke dua kota suamiku tersebut dari masa pacaran. Baru saat inilah setelah resmi aku berkunjung. Selama ini, aku hanya berkomunikasi dengan keluarga suami via telepon dan video call. Pasti kalian bertanya-tanya kok bisa gitu ya? Karena faktor kesibukan, jarak dan status (re: belum halal) yang menjadi alasan kenapa aku belum berkunjung ke keluarga besar suamiku.

Dan sekarang, Alhamdulillah akhirnya aku bisa mengenal mereka lebih jauh. Waktu yang singkat, selama enam hari berada di Makassar aku dan suami mengunjungi beberapa spot yang belum pernah aku kunjungi dan sedangkan suami yang notabene lahir di Makassar memang tidak banyak spot yang belum dikujungi juga. Maklum, dulu masih belum kenal dan jadi suami sibuk kuliah dan bekerja.

Spot-spot yang aku kunjungi sebagian besar berada di Toraja yakni objek wisata Londa, Lemo, Baby Grave, Kete Kesu, Istana Saleko, Batutumonga, situs purbakala Kalimbuang Bori, Lokomata, dan melihat Rumah Tongkonan Tertua di Toraja. Spot lainnya yang tak kalah serunya yakni Kampung Karst Rammang-Rammang, Taman Batu Kampung Laku, Puncak Gunung Nona, Tanjung Bira, Café Lahongka (lihat pemandangan ketje dari atas), Tebing Aparalang, Patung Yesus Terbesar, Bantimurung, Benteng Rotterdam, menikmati cemilan khas Makassar ‘Pisang Epe’, serta merasakan shalat di Masjid terapung sambil menikmati waktu senja bersama suami.

Spot di atas yang telah kusebutkan, akan aku ceritakan dalam beberapa jilid. Mohon maklum karena banyak spot yang dikunjungi. Happy reading travelblogger 🙂