Bulukumba, daerah dimana aku, suami dan rekan seperjalanan bersinggah sesaat menanti waktu shalat Jumat. Meninggalkan Toraja yang kayak akan budaya dan objek wisatanya. Tepat di sebuah café bernama ‘Lahongka Panorama Bira’ yang cukup terkenal di Bulukumba menjadi persinggahan kami. Pertama kami tiba, café ini tampak sepi pengunjung. Tak lama kami datang, satu per satu pengunjung mulai berdatangan meramaikan café untuk sekedar berfoto karena pemandangannya yang ketje. Tidak kalah dengan pengunjung lain, sebelum mereka datang aku dan suami pun sudah ambil posisi terlebih dahulu untuk mengambil gambar. Dan tempat ini menjadi spot yang pas bagi aku menunggu kaum Adam menunaikan ibadah shalat Jumat. Ditemani dengan sebotol soft drink dan kentang goreng menikmati pemandangan yang memanjakan indra visual.

DSCF0908

DSCF0891

DSCF0897

DSCF0907

DSCF0900

Usai menunaikan shalat, tak jauh dari Café Lahongka Bira, adalagi spot yang tak kalah ketje yaitu Tebing Laut Aparalang. Untuk menjuju Aparalang, akses jalannya agak kecil dan masuk ke perkampungan. Bagi yang membawa mobil, pilihlah pengemudi yang handal. Tidak banyak yang bisa dinikmati di tempat ini. Tapi jangan salah, pemandangannya tak kalah ketje. Meskipun aku dan suami tidak turun ke bawah, berfoto di atas pun backgroundnya oke juga. Btw, di sini ada juga loh penjual makanan ringan, minuman hingga souvenir (aksesoris, kaos, dsb).

DSCF0927

DSCF0919

DSCF0922

DSCF0933

DSCF0934

Rekan Kocak Seperjalanan

Tidak berlama-lama, kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju penginapan yang berada di Tanjung Bira agar tidak kemalaman. Penginapan yang akan di tuju searah dengan rumah keluarga suamiku berada yakni melewati Sidrap dan singgahlah kami sesaat untuk bersilahturahmi, saling mengenal dan melakukan ziarah kubur Alm. Bapak Mertua yang menjadi tujuan utama aku dan suami setelah resmi menikah. Namun, Ibu Mertuaku tidak berada di Sidrap melainkan di Balikpapan. Sebagian besar keluarga Ibu dan Alm. Bapak Mertua berada di Sidrap. Sedangkan di Balikpapan adalah tempat anak, mantu, cucu dan sanak saudara lainnya berkumpul. Makassar-Sidrap menempuh waktu perjalanan ± 5 jam. Waktu yang singkat, mengharuskan kami harus berpisah. Matahari perlahan menurunkan contrastnya, pertanda waktu sudah semakin sore. Di tambah kami mencari makan terlebih dahulu karena dari siang bahan bakar belum diisi.

Maghrib tiba, kami pun berkejaran dengan waktu. Perjalanan dilanjutkan. Singkat cerita, kami pun sempat nyasar. Bermodalkan GPS dan bertanya kepada penduduk sekitar jalan menuju penginapan sebuah Resort bernama ‘Amatoa Resort’. Setibanya di gerbang utama, lagi-lagi kami berputar kesana-kemari mencari Resort dan bertanya kepada penjaga di sekitar. Amatoa Resort terletak di daerah Bira satu tempat dengan kumpulan penginapan dan Resort lainnya. Tampak papan kecil di tembok yang hampir luput dari jangkauan visual untuk menuju Amatoa. Bergegaslah kami berbelok. Pikir kami, kok jalanan ini sepi dan gelap persis seperti di Hutan banyak pepohonan besar dan tanaman liar.

Sepanjang perjalanan tidak menemukan Resort yang kami tuju. Kami pun putar balik dan terus mencari. Ya ampun ini Resort susah amat ya ditemuin. Singkat cerita dan akhirnya kami pun menemukannya. Pantas muter enggak ketemu-ketemu letaknya itu loh di ujung hadeh. Duh ya Pak Owner, mbok ya bikin Resort jangan di ujung napa kan susah nyarinya. Kami tiba subuh pukul ± 03.00 WITA. Warbiasak cape badan. Pintu resort tertutup dan kami pun membunyikan klakson agar segera dibukakan. Sudah capek, pintu gerbang tak kunjung dibuka. Jadi bikin emosi saja ada setengah jam kami menunggu. Terlihat pintu kecil di samping tebuka. Keluarlah penjaga Resort untuk membukakan pintu gerbang. Kamar dibuka langsung deh aku berebah.

Baru berebah sebentar, eh suami ngajak pindah kamar yang letaknya di depan dengan pemandangan laut lepas. Alhasil nambah biaya upgrade kamar. Yowislah aku rapopo sesekali. Huuulalala kamar kami pemandangannya wrrbiasak. Sudah depannya kolam renang terus menghadap laut lagi mantap. Bangun tidur langsung lihat pemandangan yang eksotis terus sambil berenang cantik deh, pikirku. Worth it lah harga enggak bohong. Bersih-bersih, ganti pakaian lantas bobo cantik dulu deh.DSCF0860

DSCF0868

DSCF0872

DSCF0883

DSCF0880

Sekitar pukul 06.00 WITA aku membangunkan suami karena enggak sabaran ingin berenang. Padahal suami masih ngantuk tapi aku paksa-paksa deh hehehe. Eits, jangan khawatir berenang subuh enggak akan kedinginan kok karena kolam renangnya air hangat loh. Asyik berenang sambil berendam di kolam hangat ditemani suami  menikmati pemandangan yang ketje badai badai. Oia ini Resort milik warga asing asal Spanyol. Mungkin dia terinspirasi dari negaranya membuat Resort seperti ini.

1

My Room

WhatsApp Image 2017-12-02 at 11.13.15 AM-4

Westafel Bathroom

WhatsApp Image 2017-12-02 at 11.13.16 AM-1

Shower Bathroom

WhatsApp Image 2017-12-02 at 11.13.14 AM

WhatsApp Image 2017-12-02 at 11.13.14 AM-1

WhatsApp Image 2017-12-02 at 11.13.15 AM-1

WhatsApp Image 2017-12-02 at 11.13.15 AM-2

Usai renang, pasti laper dong. Saatnya kami mandi berbilas diri dan breakfast. Penasaran tempat sebagus ini menunya apa ya hhmmm? Setelah tjakep, tjantik dan wangi kami pun menuju restaurant untuk breakfast. Eng ing eng, datanglah waiter memberikan pilihan menu. Absurb, udah ngekhayal makanannya prasmanan tapi malah begini menunya terbatas.

Kami dapat satu menu breakfast dengan tiga pilihan menu yang ditawarkan untuk masing-masing personal (nasi goreng, mie goreng, dan menu yang ada item telur lupa namanya apa), teh hangat, juice dan buah. Bayar penginapan sudah mahal per malam tapi menunya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Aku dan suami karena merasa kurang, akhirnya kami memesan menu lain di luar breakfast dan dikenakan charge. Yasudahlah mau gimana lagi dengan wajah memelas. Siang ini juga, kami sudah harus check out menuju Makassar. Waktu kami yang terbatas karena sudah memesan tiket pulang jauh hari. Pengen sih nambah hari lagi untuk meginap di sini. Eh tapi mahalnya itu loh dan makanannya enggak sesuai ekspetasi lagi. Enggak apa deh yang penting terbayar dengan viewnya.

Next chapter Makassar. Tunggu lanjutannya ya 😊