Sulawesi Selatan

TORAJA MISILIANA, HOTEL BERGAYA KHAS TRADISIONAL

Perjalanan tanpa adanya niat tidak akan berjalan. Untuk memulai perjalanan, seseorang perlu persiapan yang dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan. Mulai dari persiapan packing pakaian, sandal, sepatu, kacamata, toiletries, handphone, perlengkapan fotografi, tiket perjalanan dan yang paling penting dompet. Tanpa persiapan, perjalanan jadi terasa kurang lengkap. Ibarat sayur tanpa garam.

Persiapan lain yang tak kalah penting dalam mempersiapkan perjalanan yakni penginapan. Semua persiapan sudah dilakukan tapi lupa untuk soal yang satu ini, astaga bisa-bisa bakal tidur ngemper dijalan atau bisa-bisa tidak tidur. Jangan sampai ya seperti ini karena istirahat itu penting. Pemilihan penginapan sama halnya seperti memilih cowok ataupun cewek yang kamu suka. Pilih yang cantik, cakep, nyaman, bersih, pengertian dan memiliki suatu yang khas pada dirinya sehingga membuat kamu klepek klepek kayak ikan habis tertangkap. Kayak aku yang sudah tertangkap dalam hati Mas.

Ada banyak pilihan penginapan baik hotel maupun guest house tersedia di berbagai OTA (Online Travel Agent). Pilihlah yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda. Demikian dengan yang aku lakukan. Tempo lalu sebelum aku berangkat ke Toraja, aku searching penginapan yang dekat dengan berbagai akses wisata. Dan terpilihlan Toraja Misiliana Hotel. Berdasarkan TripAdvisor,  review hotel ini mendapatkan nilai 3.5 dari 5 (excellent 11%, very good 41%, average 35%, poor 10%, terrible 3%).  Hotel bergaya khas banget Toraja. Terlihat dari kamarnya ada tipe kamar yang berbentuk rumah adat Tongkonan.

 

DSCF0843

Lobby Hotel

Reception

Toraja Misiliana

Pojok Bawah Kiri Adalah Kamarku

Hotel Toraja Misiliana merupakan hotel *3 yang memiliki kamar sebanyak 101 room dengan halaman luas,  suasana dingin nan sejuk dan pemandangan hijau yang memanjakan visual.  Rata-rata kamar di sini tidak dilengkapi dengan AC karena faktor X tersebut (dingin nan sejuk). Setibanya di Hotel malam hari, aku terkesima ada namaku di welcome board. Aku serasa jadi tamu penting di sini hehehe.  Ini first impression aku yang membuatku disapa hangat oleh pelayanannya. Baru benda mati loh ini belum yang hidupnya hehehe.

20171101_083443

Lobby

Welcome Board

Welcome Board

Check in ke reception, dapet kunci lalu diantarkan oleh bell desk yang membawa barangku ke kamar untuk bersitirahat. Hhmm kamar dan toiletnya luas sudah gitu bersih serta nyaman.

 

Keesokannya, pagi hari aku dan suami usai mandi pergi ke Restaurant untuk sarapan. Setelah kenyang, kami berkeliling jalan-jalan area Hotel.

20171101_065230[1]

Restaurant

20171101_065734[1]

Halaman 1

 

Sarapannya tersedia prasmanan dan ala carte pada umumnya. Menu yang tersedia bervarian. Dari segi rasa, makanan di Hotel ini aku nilai 3 dari 5 (‘B’ aja). Segi pelayanan, aku kasih nilai 3.5 karena pelayananya yang ramah, hangat dan aku suka dengan welcome boardnya. Segi akses, aku nilai 4 karena akses Hotel ini letaknya strategis ke berbagai tempat wisata (Gua Londa, Gua Lemo, Baby Grave, Kete Kesu, Batutumonga, dsb). Segi areal aku nilai 4 karena aku suka sama pemandangannya yang khas dan Indonesia banget.

 

 

10 replies »

  1. Wah hotelnya unik banget karena pakai desain arsitektur tradisional, ada welcome board pula. Aku belom pernah nemu hotel dengan welcome board, kalo greeting card sering 😀
    Fasilitas lainnya nggak ada, kak? Hotel bintang 3 biasanya punya beberapa fasilitas komplemen.

    Serius sarapannya a la carte, bukan prasmanan?

    • Iya unik. Welcome board jarang biasanya kalo ada untuk tamu meeting dari coorporate atau goverment yang meeting. Tradisional sih pake welcome board. Yang modernya biasanya dari layar TV.

      Fasilitas lain pada umumnya hotel-hotel ada kolam renang, SPA, Bar/Lounge, restaurant, laundry, pick up & drop tamu, dll. Sarapannya prasmanan, tapi aku ada pesan a la carte juga 🙂

  2. Bener, first impression itu penting. Walau “sekadar” greetings card, tapi kita sebagai tamu merasa dihargai dan diperhatikan ya 🙂 apalagi kalau pelayanannya secara keseluruhan bagus.

    Aku tertarik menginap di sini, tapi jujur kok pas ngetik komen ini tetiba kepikiran kalaupun menginap di sana gak mau sendirian ya? hahahaha.

  3. Itu hotelnya kok lucu mirip Kete Kesu yak, tapi dia dari semen ya bukan dari bahan kayu seperti di Kete Kesu. Aih pengen nginep sini ato minimal mampir cuma buat foto-foto doang haha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s