Sumatera Utara

MENCICIPI KULINER & OLEH-OLEH KHAS KOTA MEDAN

Menyambung cerita aku pertama kali menginjakkan kaki di tanah Deli Kota Medan, tak lengkap rasanya jika tidak menicicipi kuliner dan sekaligus membawa oleh-olehnya yang khas. “Mau tahu kuliner apa saja yang aku cicipi? Dan oleh-oleh apa yang aku bawa?” siapkan tissue dulu ya sebelum lanjut membacanya khawatir ngences gitu. Berikut kuliner yang terkenal dan oleh-oleh khas Kota Medan.

1) Bakso Amat

Siang hari paling pas makan bakso. Terlebih kalo lagi hujan dingin-dingin gimana gitu, menambah kenikmatan hakiki yang sesungguhnya. Bakso dengan kuah pedas yang diracik sesuai selera sehingga membuat mata melek dan menambah energi. Bakso amat sama halnya seperti bakso lain pada umumnya. Bedanya, dari kuah dan tekstur baksonya. Kuahnya berasa banget gurihnya dengan teksur bakso yang lembut serta terasa dagingnya. Bakso Amat tak lengkap rasanya jika tidak didampingi oleh makanan pendamping seperti sate kerang, sate bakso bakar dan kerupuk kulit.  Harga per porsi kisaran Rp20.000,- . “Duh yah, udah ngences belum?”

Bakso medan

2) Durian Pelawi

Durian Pelawi mungkin tidak seterkenal dengan Durian Ucok yang sudah lebih dulu membahana. Tapi jangan salah, untuk rasa tak kalah enaknya dengan Durian Ucok. Kebetulan bertepatan dengan malam minggu, Durian Palawi ramai pengunjung.

photo1jpg

Sumber: TripAdvisor

3) Mie Aceh Titi Bobrok

Berdiri sejak tahun 1996 yang awalnya hanya menyewa sebuah kios kecil di dekat jembatan yang bernama ‘Titi Bobrok’, diujung jalan Setia Budi, dekat simpang jalan ke Sunggal. Pada era 1980-an jembatan itu terbuat dari beberapa batang kelapa. Karena sulit dilalui oleh sepeda, maka masyarakat menamainya Titi Bobrok. Titi Bobrok kini sudah menjelma menjadi sebuah jembatan permanen. Namun, nama Titi Bobrok sudah melekat menjadi ikon Mie Aceh yang akhirnya tidak bisa dipisahkan dengan nama ‘Mie Aceh Titi Bobrok’.

Sekarang tempat ini sudah mempunyai sebidang tanah dengan ukuran 10×50 meter. Di atasnya sudah berdiri kedai dan mulai berkembang lebih maju. Semua itu berkat dukungan para konsumen penggemar Mie Aceh. Awalnya Mie Aceh Titi Bobrok hanya mempekerjakan 2 orang karyawan dan seiring dengan waktu, sekarang sudah bertambah menjadi 45 karyawan.  Sejak tahun 2010 Mie Aceh Titi Bobrok sudah mulai membuka cabang di jalan Medan – Binjai KM 14,5 Diski.

Mie aceh

4) Lontong Kak Lin

Menu sarapan khas Kota Medan yang wajib dicoba. Lontong Kak Lin dilengkapi dengan bihun, telur, ditaburi bawang goreng dan kerupuk lalu disiram dengan kuah gurih pedas dipadu dengan sate kerang menambah kenikmatan hakiki. Harga kisaran Rp10.000,-.

Lontong medan

5) Bika Ambon Zulaikha

Abis kuliner dan jalan-jalan jangan lupa sama saudara dan tetangga dekat rumah dengan membawa oleh-oleh khas Kota yang kamu datangi. Di Medan, Bika Ambon Zulaikha menjadi buruan bagi wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh. Harga untuk box besar Rp60.000 dan box kecil Rp30.000. Selain bika ambon, tersedia juga makanan ataupun camilan lainnya seperti asinan, sirup terong belanda, kopi dan sebagainya.

Bika ambon

6) Bolu Meranti

Bolu Meranti, bolu gulung dengan berbagai varian isi dan harga. Tempat oleh-oleh ini tak pernah sepi pengunjung dan menjadi target buruan wisatawan. Untuk harga bisa lihat di bawah ini.

Bolu meranti 2

Bolu meranti 1

7) Medan Napoleon

Banyak artis jaman now yang berbisnis kue untuk dijadikan oleh-oleh khas kota setempat, termasuk Irwansyah dan (istri) Zazkia Sungkar seperti Medan Napoleon miliknya. Rata-rata bolu menurutku rasanya sama aja yang beda hanya varian rasanya. Bolu milik Irwansyah ini pun juga tak kalah jadi buruan wisatawan. Untuk harga bisa dilihat di bawah ini.

Medan napoleon 1

Medan napoleon 2

*** Di tulisan aku sebelumnya di sini menginjakkan kaki di tanah Deli Aku mau mengulas sedikit tentang isi dari Istana Maimun yang belum sempat aku tuliskan, karena tulisan sebelumnya memang Istana tersebut lagi ditutup. Tulisan ini baru aku tulis sekarang (terjadi H-2 menuju pernikahan Kakak-ku kebetulan Istana dibuka).

Istana Maimun merupakan salah satu dari Istana megah yang ada di Indonesia. Terbukti dari luasnya lahan yang ada, bangunan berwarna kuning dengan arsitektur unik perpaduan unsur budaya Melayu Islam, Italia, Spanyol dan India.  Budaya Melayu Islam terlihat dari bentuk lengkungan di dinding Istana seperti gerbang tanpa pintu.

Bangunan Istana

Istana Maimun dibangun pada tanggal 28 Agustus 1888 oleh Sultan Mahmoed Rasjid Perkasa Alamsja. Bangunan Istana terdiri dari 2 lantai dengan 3 bagian yakni bangunan induk (singgasana Raja), bangunan sayap kiri (sewa pakaian kerajaan) dan bangunan sayap kanan (ranjang tidur Raja). Pengunjung dapat menikmati suasana Istana dengan berfoto memakai pakaian kerajaan yang tersedia di dalam dengan membayar biaya sewa sebesar Rp40.000,- (kalo tidak salah, ingat-ingat lupa). Khusus wanita, bisa memilih aksesoris seperti mahkota sesuai dengan keinginan dan ketersedia dengan tambahan biaya mulai dari  Rp10.000 hinga Rp100.000.

20170818_095300

Ranjang Tidur Raja

20170818_094541

Singgasana Raja (Udah kayak Raja dan Ratu belum?)

Jika melihat bagian dalam Istana terdapat perabotan mulai dari lampu hias, kursi, meja, dinding langit dan pintu bergaya Eropa seperti foto di atas. Biaya masuk Istana sebesar Rp5.000,-. Dan kini Istana Maimun masih terawat dengan baik.

 

 

 

 

 

Kategori:Sumatera Utara, Travelogs

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s