News

KERUSAKAN MESIN CUCI SATU TABUNG

Mesin cuci merupakan sebuah mesin yang dirancang untuk membersihkan pakaian dan textile baik skala rumah tangga maupun industri. Kehadiran mesin cuci memudahkan masyarakat untuk bekerja lebih efektif dan efisien. “Bagaimana awal mula adanya mesin cuci?” Nah, kamu bisa cek di sini Wikipedia.

Mesin cuci terdiri dari dua tipe yaitu mesin cuci manual dan otomatis. “Apa bedanya?” Sebagian besar dari kamu mungkin sudah tahu terlebih kaum wanita yang lebih paham soal dapur. Bagi yang belum tahu, aku dengan senang hati berbagi. Umumnya mesin cuci manual memiliki dua tabung. Tabung mencuci dan membilas jadi satu serta tabung peras. Sesuai dengan fungsinya manual, setelah selesai mencuci maka air cucian dibuang lalu diisikan air kembali untuk membilasnya atau bisa bilas tanpa mesin cuci. Kemudian usai bilas, cucian dimasukkan ke tabung peras.

Mesin cuci otomatis (mesin cuci satu tabung) lebih praktis kinerjanya tidak usah mengangkat dan memindahkan cucian. Tinggal tekan tombol saja sesuai jenis cucian yang akan dicuci dan pengaturan level air lalu semua fungsi berjalan. Mulai dari pencucian, pembilasan hingga pemerasan berlangsung dalam satu tahapan. Mesin akan berhenti dengan sendirinya. Bisa ditinggal makan, shalat, nonton tv dan bahkan tidur jika memakai mesin cuci otomatis.

Segi harga tentu mesin cuci satu tabung lebih mahal dibanding manual. Lihat saja fungsi, bentuk dan bahan yang berbeda. Semakin tinggi kecanggihan mesin semakin tinggi harga jualnya. Tapi mesin cuci satu tabung memiliki resiko kerusakan yang lebih tinggi dibanding manual. Seperti pengalaman yang sudah aku alami. Aku sebelum resmi jadi Istri, aku dan mantan pacar (yang sekarang sudah sah jadi Suami) sudah sepakat untuk mencicil barang-barang yang diperlukan dalam berumah tangga. Barang pertama yang aku beli yaitu mesin cuci satu tabung dengan merk asal Korea.

WhatsApp Image

Jadi begini, waktu pertama kali beli aku dan suami tidak melepas alas sterofoamnya. Mamah berkata, “Sih itu mesin cucinya kok body-nya tidak compact bisa cepat karatan nanti kalo kena air”. Jawab aku, “masa sih mah bagus ah”. Mamah berkata, “Enggak usah dilepas alasnya biar engak kena air dan nggak cepet karatan”. Aku lantas tidak cepat mengiyakan kata-kata Mamah. Aku bilang ke Suami dulu bagaimana baiknya. Dan ia pun setuju dengan pendapat Mamah. Sterofoam pun tidak dilepas selama sebulan lebih semenjak aku resmi menikah.

Jadwal mencuci aku seminggu sekali. Awal-awal penggunaan mesin cuci setelah resmi menikah di Minggu pertama hingga kedua berjalan normal. Minggu ketiga, sudah mengalami ketidakberesan pada mesin terutama saat spin (proses memeras dan mengeringkan). Tapi aku hiraukan. Suamiku yang sudah paham mengenai mesin cuci satu tabung ini berkata “ya memang begitu bunyinya beda sama mesin cuci manual”. Maka aku abaikan suara tersebut karena aku pengguna baru yang minim pengetahuan akan kinerja mesin. Semakin diabaikan bunyinya semakin keras saat spin dan mesin tidak mau bekerja.

Pas aku buka cover penutup mesin, tengok bagian bawah dan ternyata patah besi penyangga motor (dinamo). Astaga baru dua bulan sudah begini. Hatiku jadi cemas karena inget belinya huhuhu. Lantas besi yang patah aku ambil dan aku coba nyalakan kembali sesaat. Mesin masih bisa beroperasi kembali. Malam hari aku tanya melalui email mengenai keluhan aku ke bagian spare part resmi dan melalui pesan singkat (sms) juga. Khawatir ia tidak baca email maka aku kirim via text karena saat itu bertepatan dengan tanggal merah. Keesokan harinya, pada tanggal 26 Desember 2017 email aku pun dibalas. “Kenapa bisa patah?” dan ternyata jawaban dari keluhan aku, sesuai dengan yang aku pikirkan. Ternyata human error.

IMG-20171225-WA0001

Besi Penyangga Motor

IMG-20171225-WA0005

Roda Karet Vanbelt

Patahan

Tanda Merah (Bekas Patahan Besi), Tanda Kuning (Motor/Dinamo), Tanda Hijau (Karet Vanbelt)

Kesalahan terletak dari sterofoam yang digunakan dari awal sebagai alas. Kelihatan kampungannya ya aku. Padahal Suami juga udah paham dengan mesin cuci satu tabung hadehh. Besi yang patah tidak mempengaruhi kinerja mesin. Aku pun membalas emailnya, “apakah fungsi dari besi tersebut?”. Pihak spare part menjawab, “besi tersebut berfungsi untuk melindungi motor saja”. Jadi, ketika cucian dan air bergabung dalam tabung memberikan beban pada kinerja mesin. Tabung jadi menurun. Besi tersebut berguna sebagai protector untuk mencegah motor bergesekan atau menyentuh permukaan. Aku pun bertanya pada Suami, “Ayah gimna mau diganti atau diabaikan?”. Suami menjawab, “ganti saja dengan yang baru bunda”. Aku berkata, “kan tidak mempengaruhi kinerja mesin Ayah?” dan suami berkata “ibaratkan tubuh Bunda, kehilangan satu anggota bagian maka performa jadi kurang sempurna”. Aku pun menuruti apa kata Suami.

Biaya pembelian spare part seharga Rp75.000,- dan jasa pemasangan Rp100.00,- dari harga awal sebelum negosiasi sebesar Rp150.000,-. Biaya jasa pemasangan kok yah lebih mahal dari biaya spare part. Maklum kali ya soalnya on call, pihak spare part datang ke rumah. Repot kalau aku harus bawa mesin cuci.

Semoga informasi yang aku berikan bisa bermanfaat.

Kategori:News

4 replies »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s