Notes

THANKS 2017! PENGALAMAN PERTAMA NAIK PESAWAT

Keberadaan transportasi sangat membantu masyarakat untuk memudahkan dalam melakukan aktivitas. Bayangkan jika tidak ada transportasi, perjalanan dapat menempuh waktu berhari, berbulan, bertahun dan bahkan berpuluh tahun baru sampai ke tempat tujuan. Besrsyukurlah transportasi sekarang sudah berkembang pesat. Perkembangan transportasi diiringi dengan melajunya angka pertumbuhan jumlah penduduk dari tahun ke tahun.

Banyak jenis transportasi yang umum digunakan oleh masyarakat. Mulai dari kendaraan roda dua (motor), kendaraan roda empat (mobil & bus), kendaraan untuk jalur laut (kapal), kendaraan untuk jalur udara (pesawat) serta kendaraan yang memiliki banyak gerbong (kereta). Penggunaan moda transportasi bergantung pada jauh dekatnya tempat yang akan ditujui. Semua moda transportasi tersebut sudah pernah aku coba.

Sebagusnya kendaraan yang berada di jalan raya yang namanya macet tetaplah macet. Bagiku moda transportasi yang bebas macet hanya kapal, kereta dan pesawat. Tapi tetap saja ada antrian untuk menaikinya. Kembali lagi ke awal, semua itu tergantung dari tempat yang akan dituju. Moda transportasi juga memiliki nilai ekonomisnya tersendiri. Misalnya pesawat.

Pesawat merupakan moda transportasi yang memiliki nilai ekonomis tinggi dibandingkan moda transportasi lainnya. Ya iyalah, lihat saja bahan bakar yang dipakainya Avtur mengikuti harga kurs. Pengalaman baru di tahun 2017, tahun dimana aku mempunyai pengalaman pertama menaiki pesawat saat menuju Medan di bulan April. “Ngapain aku ke Medan? Baca selengkapnya disini. Tidak hanya aku sih, tapi Mamah dan Aa juga sama halnya.

Perasaan campur aduk dimulai sejak menaiki Bus Damri. Setibanya di Bandara, dengan elegannya aku melangkah penuh percaya diri menuju counter check in. Saat antrian, muncul kembali perasaan cemas dagdigdug bercampur rasa mulas perut dan keinginan untuk BAK (buang air kecil). Rasa yang timbul ketika pikiran tersugesti dengan pemberitaan di TV mengenai maskapai yang aku naiki seringkali ada masalah teknis.

WhatsApp Image 2018-01-02 at 11.01.49 AM(3)

Untuk mengurangi rasa H2C-ku (harap-harap cemas), aku pun berselfie ria hingga menuju ruang tunggu boarding. Di ruangan ini pun rasa cemas semakin bertambah karena sudah mendekati waktu untuk menaiki pesawat. Keinginan untuk BAK terealisasi dan semakin sering seperti anyang-anyangan, mulas di perut juga dan tangan pun ikut dingin. Ketika terdengar suara dari bagian informasi, “penumpang dengan nomor penerbangan sekian dipersilahkan segera menaiki pesawat” . Wadaw.

WhatsApp Image 2018-01-02 at 11.01.49 AM(6)

WhatsApp Image 2018-01-02 at 11.01.49 AM(5)

WhatsApp Image 2018-01-02 at 11.01.49 AM(4)

Kami pun (aku, Mamah, Aa dan Kak Tika) selfie saat menuju pesawat, foto di samping badan pesawat dan bahkan di dalam pesawat sebelum flight. Sebab saat flight HP di matikan. Lagi dan lagi selfie untuk mengurangi kecemasanku. Aku mendapatkan nomer kursi di dekat jendela, pas di sisi kanan sayap. Di kantong bangku depan terdapat buku panduan do’a, majalah dan prosedur teknis saat penerbangan. Pramugari maskapai pun menjelaskan instruksi mengenai prosedur teknis tersebut.

WhatsApp Image 2018-01-02 at 11.01.49 AM(2)

 

WhatsApp Image 2018-01-02 at 11.01.49 AM(1)

Pintu pun telah tertutup. Aku melihat mesin sayap terbuka saat akan lepas landas. Terdengar bunyi mesin dengan kecepatan penuh membuat laju pesawat berlari semakin cepat dan merasakan pesawat naik. Aku dalam hati membaca doa terus menerus hingga sampai tujuan. Selama di pesawat, aku memejamkan mata karena pusing. Terasa sekali saat pesawat sedikit demi sedikit menaikkan ketinggiannya, berbelok hingga menurunkan batas ketinggian karena akan sampai pada tujuan.

Mendekati take-off, aku diam-diam menyalakan hp dan mengabadikan momen setelah take-off. Jangan ditiru ya. Pesawat pun bersandar dan pintu keluar telah dibuka. Para penumpang mengambil bagasi di cabin dan mengantri untuk keluar. “Alhamdulillah sampai juga”, ujar aku. Aku pun kembali selfie di Bandara Kualanamu.

WhatsApp Image 2018-01-02 at 11.01.49 AM

 

WhatsApp Image 2018-01-02 at 11.01.48 AM

WhatsApp Image 2018-01-02 at 11.01.48 AM(1)

 

Take-off dilakukan dengan mulus tanpa adanya gertakan ngegabruk pesawat. Pilotnya cerdas dan pengertian. Inilah pengalaman aku menaiki pesawat. Sudah enam kali aku naik pesawat (pp Medan 2 kali, pp Makassar). Sampai sekarang setiap naik pesawat rasanya pun tetap sama, cemas. Tapi tidak secemas pertama kali naik. Dan setiap naik pesawat aku siaga dengan membawa antimo takut-takut mabok udara. Duh ya kampungannya hari gini baru naik pesawat, hadehhh.

Terima kasih untuk kisah dan pengalaman baru di 2017 ^^

Kategori:Notes

15 replies »

  1. Dulu, waktu naik pesawat juga cemas luar biasa….tapi ibuku menyediain beberapa barang yang dapat mengurangi kecemasan dalam pesawat seperti buku (buku komik tentunya), Game board dan beberapa alat permainan lainnya.

    Tapi kalo sekarang sih aku malah senang naik pesawat, bisa berwisata ke tempat yang baru…..

  2. Hahahaha …. Lucu,ya pengalaman pertama naik pesawat …
    Pengalaman dagdigdug itu juga kualami sewaktu pertamakali jala naik pesawat ke Bali,rasanya ketar-ketir duluan dan tengkuk meremang waktu mesin pesawat mulai berbunyi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s